Zulasmi Octarina Sambut Baik Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga

Bengkulu, beritakita1.click – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Bengkulu menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga di Hotel Nala Sea Side Kota Bengkulu. Acara ini mendapatkan dukungan penuh dari Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Zulasmi Octarina, sebagai upaya bersama untuk mengatasi masalah serius yang masih menjadi perhatian di masyarakat.

Ketua BKOW Provinsi Bengkulu, Anita Rosjonsyah, dalam sambutannya menekankan bahwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan masalah global yang tidak mengenal batasan status sosial dan ekonomi seseorang. “KDRT terjadi hampir di seluruh dunia. Kita harus menyadari bahwa kelompok masyarakat dengan ekonomi rendah memiliki risiko lebih besar untuk mengalami KDRT. Oleh karena itu, perlu adanya upaya konkret untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga,” ujarnya.

Rosjonsyah juga menyoroti fakta bahwa banyak perempuan yang tidak berani melapor atas kekerasan yang mereka alami, karena berbagai faktor seperti takut akan perceraian, masalah finansial, aib keluarga, dan lainnya. “Saya berharap melalui kegiatan ini, para perempuan dapat belajar, mendukung, dan melawan KDRT, terutama yang terjadi pada perempuan di daerah ini,” tambahnya dengan penuh harap.

Zulasmi Octarina, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, menyambut baik kegiatan sosialisasi ini dan menyatakan dukungannya secara penuh. “Pencegahan dan penanganan kekerasan dalam rumah tangga adalah tanggung jawab bersama. Saya berharap dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat, khususnya perempuan, dapat lebih peka terhadap masalah KDRT dan berani untuk melapor serta mencari bantuan,” ungkapnya.

Dukungan dari para pemangku kepentingan seperti Zulasmi Octarina dan BKOW Provinsi Bengkulu menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai bagi semua individu, serta memastikan bahwa korban kekerasan dalam rumah tangga mendapatkan perlindungan dan dukungan yang mereka butuhkan. Semoga dengan adanya sosialisasi ini, kesadaran dan langkah konkret untuk mencegah KDRT dapat meningkat, sehingga tercipta masyarakat yang lebih sejahtera dan harmonis.