Ihsan Fajri, Pemantauan Rukyatul Hilal Merupakan Tradisi Umat Islam Indonesia Dalam Menentukan Awal Ramadhan 

Bengkulu, beritakita1.click – Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Ihsan Fajri, mengapresiasi langkah Gubernur Rohidin Mersyah yang melakukan pemantauan Rukyatul Hilal (Penentuan Awal 1 Ramadhan 1445 Hijriyah) di Gedung Mess Pemda Bengkulu.

“Saya sangat mengapresiasi langkah Gubernur Rohidin yang melakukan pemantauan Rukyatul Hilal ini. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menentukan awal Ramadhan,” kata Ihsan.

Ihsan menambahkan, pemantauan Rukyatul Hilal merupakan bagian dari tradisi umat Islam di Indonesia dalam menentukan awal Ramadhan.

“Pemantauan Rukyatul Hilal ini merupakan tradisi yang sudah dilakukan sejak lama oleh umat Islam di Indonesia,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Rohidin Mersyah menyampaikan bahwa hasil pemantauan Rukyatul Hilal di Bengkulu tidak terlihat sama sekali.

“Hasil pemantauan Rukyatul Hilal di Bengkulu tidak terlihat sama sekali. Oleh karena itu, penetapan 1 Ramadhan kemungkinan mengalami perbedaan dengan Muhammadiyah untuk tahun ini,” kata Rohidin.

Rohidin mengajak seluruh masyarakat Bengkulu untuk saling menghargai perbedaan setiap penetapan 1 Ramadhan antara NU dan Muhammadiyah.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Bengkulu untuk saling menghargai perbedaan setiap penetapan 1 Ramadhan antara NU dan Muhammadiyah. Kita harus mengedepankan toleransi dan persatuan dalam menjalankan ibadah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Bengkulu Muhammad Abdu menambahkan, hasil pemantauan Rukyatul Hilal yang tak terlihat akan segera dilaporkan kepada Kementerian Agama Pusat.

“Hasil pemantauan Rukyatul Hilal yang tak terlihat akan segera kami laporkan kepada Kementerian Agama Pusat. Nanti, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama akan mengumumkan secara resmi penetapan 1 Ramadhan dari hasil laporan Rukyatul Hilal di seluruh Provinsi,” kata Abdu.

Abdu mengimbau masyarakat untuk tetap menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Agama.

“Saya mengimbau masyarakat untuk tetap menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Agama. Semoga ini dapat menjadi bahan pertimbangan penentuan Ramadhan, akan tetapi kita tetap menunggu pengumuman resmi Kementerian Agama,” ujarnya.