H. Suharto Sambut Baik Sosialisasi Pencatatan Warisan Budaya Takbenda dan Cagar Budaya di Provinsi Bengkulu 

Bengkulu, beritakita1.click – Mercure Hotel Bengkulu menjadi saksi atas momentum penting dalam upaya pelestarian budaya Bengkulu. ,Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, membuka Acara Sosialisasi Pencatatan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dan Cagar Budaya. Acara ini mendapat apresiasi dari H. Suharto, Wakil Ketua 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu.

Dalam kesempatan tersebut, Khairil Anwar menyampaikan bahwa Provinsi Bengkulu memiliki budaya dan nilai historis yang sangat kaya. Namun, baru sedikit yang tercatat secara resmi oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kita tahu, Bengkulu baru ada 22 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) yang sudah ditetapkan dan hanya 2 cagar alam yang levelnya sudah nasional (Rumah Bung Karno dan Benteng Marlborough). Tentu hal ini sangat mengkhawatirkan, apalagi jika dibandingkan dengan kekayaan yang luar biasa yang dimiliki,” ujar Khairil, mengungkapkan kesadarannya.

Menurut Khairil, sosialisasi ini sangat penting karena menghadirkan para tokoh budaya dan dinas pendidikan se-Provinsi Bengkulu, sehingga ke depannya potensi-potensi seperti adat istiadat, bahasa daerah, ataupun bangunan sejarah bisa diusulkan menjadi WBTb.

Di sisi lain, Nurmantyas, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VII Bengkulu Lampung, menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga dan merawat warisan budaya Bengkulu.

“Kita ada 9 kabupaten dan 1 kota, kalau ada 10 saja warisan budaya takbenda dan cagar budaya atau benda diduga cagar budaya maka kita harus sadari berapa kayanya kita. Sehingga perlu peran semua pihak untuk menjaga warisan budaya dan cagar budaya yang ada,” jelasnya.

Dengan digelarnya acara ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya Bengkulu semakin meningkat. Warisan Budaya Takbenda dan Cagar Budaya bukan hanya sekadar simbol kekayaan budaya, namun juga merupakan jati diri dan identitas bangsa yang perlu dilestarikan untuk generasi mendatang.